Senin, 23 Februari 2015

Untuk mimpi yang tertunda

Setiap cerita; bermata kata, bermulut tinta, bercanda tawa dengan realita, bertemankan derita, dan mati dalam makna.
Sepotong kue yang teronggok di akhir sebuah pesta, terlupakan kemeriahan, ditinggalkan kekenyangan. 
Berlimpah dosa menghambur dengan sadar dan sesal, mendewasakan keangkuhan. 
Cita-cita yang berkilauan menyirnakan jalan berkelok, menjerumuskan asa, terjerembab melebamkan lembabnya hati.
Diam bergelut menikam malam, terungkap hening membunting terpedaya gelap. 
Bulan terpelanting membumbung menegak awan, menatap tumpul kedalaman jiwa berpalung. 
Tertangguhlah waktu yang berkemaluan, menolak berdebat dan berkelit sengit merajam pertanyaan. 
Oh kelam yang tak berkesudahan, pergilah temui sinar, tinggalah berseri dengan hakiki.
Berkubang kehidupan teracak-acak, bersabar menggunungkan isak berdesakan meletup-letup.

Minggu, 22 Februari 2015

Bercinta di dunia hiper realita

Nonton realita di dunia hiper realita itu rasanya seperti iya tapi sebetulnya tidak, walaupun sebetulnya ya begitu, atau yang sebagiannya dibegitu-begituin biar begitu itu. 
Interaksi saya dengan dunia akhir-akhir ini  terbatasi oleh ruang dan tempat yang asing, maka tak ayal lagi dunia internet dan isinyalah yang paling sering saya sambangi. Menonton postingan demi postingan yang lalu maupun yang terbaru dari berbagai jejaring sosial ataupun dari portal berita yang berseliweran, bahkan skedar blog tidak ternama namun saya kenali karena pertemanan. 
Saya pun tak kalah ikut berinteraksi, memposting apapun yang bisa membuat saya eksis, termasuk ya tulisan ini. Membangun dunia hiper realita sendiri, merespon hiper realita orang lain ups salah, akun lain maksudku. 
Pengakuan dan pujian yang didokumentasikan dan disebarkan atau tersebarkan selanjutnya itu menjadi komoditas para akun, teman-teman dan seluruh warga netizen yang mengapresiasinya baik dalam bentuk "share", "like" atau komentar, atau bahkan sekedar kunjungan pasif. 
Respon saya yang terbatas pada tulisan ini ingin mencoba memfasilitasi emosi saya dalam menindaklanjuti aktifitas berinternet saya, aktifitas di dunia hiper realita inih.
Bersambung, ketika anak saya keburu bangun di dunia realita yang bukan hiper realitas ini, dan berhenti begitu saja si dunia hiper ini berubah menjadi super realitas. Melihat realita diri dalam sosok lain, terekam pula di dunia hiper realitas, cermin saling bercermin, sumber refleksi terbias refleksi-refleksi mati.

Minggu, 15 Februari 2015

lu pa

apa yang dijaga, apa yang dipelihara
sebuah harga ada karena apa?

sedalam-dalamnya luka
hanya berarti jika sakit

luka yang tidak terasa
sepertinya kebal padahal bebal

dampak berbuah banyak
busuk sebelum matang

apa yang dijaga apa yang dipelihara
memilih tidak berartikah?

pertimbangan terbebani budi
keputusan tertanam bukti

sang sabar terpapar emosi
nyaman berkerunyaman

membiarkan kekacauan
meng-arang terbakar waktu


paduka berduka bermuka murka

Minggu, 08 Februari 2015

Bay angan

Membayangkan apa yang akan terjadi
Seperti yang sudah dilalui orang lain

Semuanya tampak nyata, dan
Akan terjadi seperti bayangan itu

Bayangan memang betul meniru
Yang ditiru tak bisa mengelak

Namun, semirip apapun tiruannya
Perbedaan akan selalu ada

Bayangan masa kini adalah masa lalu
Bayangan masa depan adalah semu

Berlalulah cinta seperti malu
Membayangkan yang dia mau

Bersyukurlah kepada Kasih yang tak berbayang

Jumat, 06 Februari 2015

Membego dalam diam

Lupa sebuah cerita
Susah menjawab

Sudah ingat pun
Masih susah menjawab

Akhirnya diam
Membego

Senyum, ya itu saja yang tersaji
Pada nampan percakapan sore tadi

Habis sudah hari ini

Post title

Post content

Oke
Done!


Selasa, 03 Februari 2015

Blahblahblahbloh

Blablablanlanlablaaaaa

Ga ada ide adalah saat dimana 
Takut idenya sama
Jiper liat ide orang
Gataw mw nyampein apalagi
Gataw mw nyari apa
Ga punya tujuan 
Dan maksain
Kayak tulisan ini

Pemula malu malu walou ga ada pakunya
Kikuk dan blegug

Akh, bercinta sajalahk!